SEMINAR PENDIDIKAN "OPTIMALISASI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN "
Dalam rangka meningkatkan kompetensi mengajar guru, UPTD SPF SD Negeri Grujugan Lor 2 Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan Mahasiswa KKN IAI At Taqwa Bondowoso tahun 2026 Posko 6 mengadakan kegiatan seminar pendidikan dengan tema " Optimalisasi Penerapan Kurikulum Merdeka Melalui Pelatihan Model Pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa 10 Januari 2026 bertempat di UPTD SPF SD Negeri Grujugan Lor 2 Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kerja nyata dari mahasiswa KKN berupa pengabdian terhadap dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pendidik di satuan pendidikan dalam upaya peningkatan kompetensi mengajarnya. Dalam sambutannya Kepala UPTD SPF SD Negeri Grujugan Lor 2, Sigit Priyogo Muljono, S.Pd.SD.,M.Pd. menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada adik - adik mahasiswa KKN karena telah bersedia melaksanakan kegiatan seminar pendidikan bagi bapak ibu guru di UPTD SPF SD Negeri Grujugan Lor 2 ini. Hal ini memang sangat diharapkan karena kegiatan ini sangat sesuai dengan program kerja sekolah terkait dengan pengembangan kompetensi guru yang ada dalam penilaian kinerja guru ( PKG). "Apresiasi yang setinggi tingginya disampaikan kepada Ibu Fatik Lutviana Anggraini, M.Pd selaku narasumber sekaligus dosen pembimbing lapang yang telah mau berbagi ilmu kepada para pendidik di satuan pendidikan ini, jarang ada praktisi akademis yang turun langsung untuk berbagi ilmu kepada kami di satuan pendidikan," ujar kepala sekolah dalam sambutannya.
Dalam sambutannya juga kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini juga sering dilakukan oleh para pendidik UPTD SPF SD Negeri Grujugan Lor 2 melalui kegiatan belajar bersama di Komunitas Belajar TEGUR SAPA ( Temu Guru Serap Aspirasi ) setiap hari sabtu untuk saling berbagi praktik baik dengan narasumber para pendidik sendiri secara bergiliran.
Melalui kegiatan seminar ini para pendidik belajar tentang bagaimana cara mengoptimalkan model pembelajaran dalam penerapan Kurikulum Merdeka di kelasnya. Sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi kemajuan belajar siswa. Sebenarnya setiap hari para pendidik sudah menerapkan berbagai model pembelajaran di kelas, namun masih belum paham tentang model model pembelajaran yang telah dilakukannya. Melalui seminar ini para pendidik menjadi lebih paham dengan model pembelajaran yang telah dilakukannya. Terlebih lagi dalam implementasi kurikulum merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam banyak istilah baru yang di pakai sehingga banyak pendidik yang kurang paham.
Kegiatan seminar semakin seru pada saat memasuki sesi tanya jawab, dimana para peserta saling berbagi informasi dan sharing permasalahan yang ada di dalam kelas. Ternyata penerapan kurikulum baru tidak serta merta bisa di terapkan jika kondisi satuan pendidikan, pendidik, siswa dan orang tua tidak siap. Sehingga perlu persiapan yang matang terkait daya dukung agar penerapan kurikulum bisa berjalan sukses. Menurut kepala sekolah bahwasanya dalam pembelajaran mendalam kerangka pembelajaran sebagai pondasi kurikulum perlu dikuatkan agar tujuan pembelajaran mendalam dapat tercapai. Kerangka Pembelajaran Mendalam tersebut meliputi praktis pedagogis, lingkungan belajar yang aman dan nyaman, berbasis kemitraan serta digitalisasi pembelajaran.
Hal lain yang menjadi persoalan yaitu banyak siswa saat ini yang kecanduan gawai atau gagget sehingga memberikan dampak negatif berupa kurang fokus ketika belajar. Banyak siswa ketika belajar di sekolah ingin segera pulang agar dapat bermain game daripada belajar, Sehingga perlu penanganan yang serius dan kerjasama dengan orang tua wali murid, serta pengadaan kegiatan parenting terkait penanggulangan dari dampak penggunaan gawai pada anak.